Preloader Close
  • Cibeureum, Kec. Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Kuningan

melesat

UMKM dan Potensi Lokal Desa

Desa Cibeureum memiliki sejumlah UMKM yang berkembang terutama di sektor kopi lokal dan usaha kecil lain yang mendukung perekonomian masyarakat desa. Produk kopi khas Cibeureum, terutama kopi robusta, menjadi salah satu potensi UMKM unggulan yang terus didorong untuk dikenal luas melalui pengemasan dan strategi pemasaran yang lebih baik. Selain itu, sejumlah usaha seperti warung jajanan dan toko kecil juga menyumbang aktivitas ekonomi di desa ini.

UMKM Cibeureum

Read more

Objek Wisata Cibeureum

Read more

Peternakan

Read more
Profil Desa

Desa Cibeureum Kuningan

Desa ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.985 jiwa dan terletak pada ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara geografis, desa memiliki wilayah yang sebagian berbatasan dengan area luar desa seluas ±200 hektar. Kondisi lingkungan relatif sejuk dan mendukung aktivitas pertanian serta peternakan. Mayoritas masyarakat desa sudah mampu membaca dan menulis, sehingga tingkat literasi tergolong baik dan mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Secara geografis, Desa Cibeureum berbatasan dengan Desa Sukadana dan Desa Tarikolot di sebelah utara, Desa Sumurwiru di sebelah selatan, Desa Sukamaju (Kecamatan Cibingbin) di sebelah timur, serta Desa Randusari di sebelah barat. Letaknya yang berada di wilayah perbukitan menjadikan desa ini memiliki lingkungan yang sejuk dan sangat cocok untuk pengembangan pertanian kopi serta wisata berbasis alam dan edukasi.

Batas Wilayah:

Utara: Desa Sukadana & Tarikolot
Selatan: Desa Sumurwiru
Timur: Desa Sukamaju (Kec. Cibingbin)
Barat: Desa Randusari

Struktur Pemerintahan
Desa Cibeureum

Struktur Desa Cibeureum merupakan susunan perangkat desa yang menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bagan Struktur Organisasi Desa

Persentase Pelaku Usaha
di desa Cibeureum

Dinamika UMKM di Desa Cibeureum digerakkan oleh dua poros utama: Agribisnis Kopi dan Perdagangan (Warung/Wiraswasta). Sektor ini menjadi tumpuan penghasilan pokok bagi 55% warga. Uniknya, surplus dari hasil usaha utama ini tidak hanya dikonsumsi, melainkan dikonversi menjadi aset hidup berupa ternak. Tingginya partisipasi peternakan (45%) mencerminkan pola investasi jangka panjang masyarakat, bukan sekadar komoditas jual-beli harian.

.55

Peternak

(penghasilan tambahan / sampingan) mencakup peternak bebek, ayam, dll.
.45

Perkebunan / Pertanian

(penghasilan utama) usaha lain (wiraswasta, warung, dll)
Peta Wilayah

Desa Cibeureum

Deskripsi Gambar